Aku dipersimpangan? mungkin tapi mungkin aku hanya dipersinggahan...dan ketika setiap titik yang kulewati bukanlah semua hal yang baik.. namun itu akan tetap menjadi kenangan....apakah memegang mawar akan selalu tertusuk durinya?ataukah bila kita menghindari jurang dipersimpangan, maka kita akan bertemu serpihan kaca dijalanan...ah, peduli apa dengan tangisan anjing dimalam hari... peduli apa dengan gerhana matahari cincin yang muncul 1000 tahun... aku tidak akan berkurang sedikitpun karena melewatkannyasekarang, kucoba memasang senar dalam dawai biola yang lusuh...dan mulai kubersihkan debu-debu diatas piano electric itu....karena aku ingin memainkannya... dan aku sekarang bisa tersenyumKupanggil dia Jee... yang menari diatas serpihan kaca, dan merengkuh biola....aku datang dengan cawan, tapi bukan berisi air mata...karena yang kubawa adalah air dari lelehan salju di Himalayakarena ku tahu, itu akan meredam dahaga dihampar pasir panjang....Aku telah banyak berlari, walau ternyata mereka melompat...aku telah berulang kali jatuh dan yang lain menertawakan...aku memang seorang bocah ingusan yang mencoba ingin tahu sesuatuDan izinkan kumemanggil dia dengan Jee... tidak karena orang lain, tidak pula karena kau ingin dipanggilbiarlah... jangan halangi aku... karena aku akan terus berlari... berlari sekencang "kuda putih di tanah gersang..."
by Mario Khemas Van Thamic
Selasa, 19 Januari 2010
Ceriakan Harimu.....
Tuesday, May 19, 2009 at 5:04pm Edit Note Delete
Tentu jika kita selalu merasa sepi, merasa diri tidak begitu berguna atau bahkan hampa dalam hidup. Ketahuilah bahwa kita diciptakan untuk menghadapi sebuah masalah, masalah demi masalah akan selalu datang, dan orang yang hidup adalah orang yang mempunyai masalah... Jangan pernah merasa bahwa kita kalah, atau berkata "yah, apa boleh buat, sudah nasib... jangan!!!" siapa yang tahu nasib kita, Obama tidak pernah merasa kalau dia adalah calon pemimpin masa depan di saat dia bermain di Menteng Dalam... atau SBY tidak pernah merasa saat dia bermain di sawah kalau dia pemimpin sebuah negara kepulauan terbesar di dunia... hei, kita tidak akan pernah merasa kita akan jadi apa nanti, tapi tetaplah kita berharap dan berkeinginan jika suatu saat kita akan ikut mengubah dunia...Masa depan berada di tangan kita, "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, melainkan mereka sendiri yang mengubahnya...", "dan janganlah kamu berputus asa, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar..."...Teruslah Berfikir dan Berniat Menjadi Orang Yang Akan Mengubah Dunia Ke Arah Yang Lebih Baik...Karena Ditangan Orang-Orang Optimislah, bangsa ini maju, makmur, dan bahagia...To be The Great People with The Right Processes, Amin....
Tentu jika kita selalu merasa sepi, merasa diri tidak begitu berguna atau bahkan hampa dalam hidup. Ketahuilah bahwa kita diciptakan untuk menghadapi sebuah masalah, masalah demi masalah akan selalu datang, dan orang yang hidup adalah orang yang mempunyai masalah... Jangan pernah merasa bahwa kita kalah, atau berkata "yah, apa boleh buat, sudah nasib... jangan!!!" siapa yang tahu nasib kita, Obama tidak pernah merasa kalau dia adalah calon pemimpin masa depan di saat dia bermain di Menteng Dalam... atau SBY tidak pernah merasa saat dia bermain di sawah kalau dia pemimpin sebuah negara kepulauan terbesar di dunia... hei, kita tidak akan pernah merasa kita akan jadi apa nanti, tapi tetaplah kita berharap dan berkeinginan jika suatu saat kita akan ikut mengubah dunia...Masa depan berada di tangan kita, "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, melainkan mereka sendiri yang mengubahnya...", "dan janganlah kamu berputus asa, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar..."...Teruslah Berfikir dan Berniat Menjadi Orang Yang Akan Mengubah Dunia Ke Arah Yang Lebih Baik...Karena Ditangan Orang-Orang Optimislah, bangsa ini maju, makmur, dan bahagia...To be The Great People with The Right Processes, Amin....
Langganan:
Postingan (Atom)